Postingan

Remake : Bermimpi Seperti Anak Kecil

Tulisan ini saya tulis pada tahun 2013, dan dibuat ulang di tahun 2026. Ada masa ketika hidup terasa begitu sederhana. Saat kita tidak bertanya apakah mimpi itu masuk akal atau tidak. Saat kita tidak sibuk menghitung kegagalan sebelum mencoba. Masa itu bernama: masa kanak-kanak. Waktu kecil, kita bermimpi tanpa takut ditertawakan. Ingin terbang seperti pahlawan super, lalu mengambil kain sarung dan mengikatkannya di leher. Kita berlari, melompat, dan percaya sepenuh hati bahwa kita bisa terbang. Orang-orang dewasa mungkin tersenyum melihatnya. Bagi mereka itu hanya permainan. Tapi bagi seorang anak kecil, itu adalah keyakinan. Dan dari keyakinan itulah, bahagia lahir dengan cara paling sederhana. Lalu waktu berjalan. Tanpa kita sadari, kita tumbuh. Dan di titik itulah, banyak hal berubah. Kita mulai bertanya terlalu banyak sebelum melangkah. Mulai menghitung risiko sebelum mencoba. Mulai takut gagal, bahkan sebelum benar-benar berjuang. Kita menyebutnya dewasa. Padaha...

Remake : Berhenti Menjadi Gelas

Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya lelah, matanya menyimpan banyak cerita yang tak sempat ia ucapkan. Dunia terasa berat belakangan ini—seolah setiap langkah adalah perjuangan. “Kenapa kau terlihat seperti membawa beban terlalu besar?” tanya sang guru pelan. Murid itu tersenyum hambar. “Hidup saya sedang penuh masalah, Guru. Datangnya tak bergantian, tapi bersamaan. Rasanya sulit bernapas.” Sang guru tidak langsung menasihati. Ia hanya meminta muridnya mengambil segelas air dan segenggam garam. “Masukkan garam itu ke dalam gelas, lalu minumlah.” Murid itu menuruti. Baru seteguk, wajahnya langsung mengernyit. Air itu asin, menusuk tenggorokan. “Sekarang ikut aku,” kata sang guru. Mereka berjalan ke sebuah danau yang tenang. Angin berbisik pelan, air berkilau diterpa cahaya. “Sebarkan sisa garam itu ke danau.” Setelah itu, sang guru meminta muridnya meminum air danau tersebut. “Bagaimana rasanya?” “Segar,” jawab murid itu lirih, terkejut den...

Remake : Sebuah Perjalanan

  Sebuah Perjalanan Hidup adalah perjalanan. Kita semua sedang melangkah, mendaki, menuruni, dan terkadang berhenti sejenak untuk merenung. Tidak ada yang benar-benar tahu ke mana arah perjalanan ini akan membawa kita, tetapi satu hal yang pasti: setiap langkah memiliki makna. Aku pernah mengalami sebuah momen kecil, tapi cukup berarti—menaiki menara di sekolah. Dari bawah, menara itu tampak tinggi dan sedikit menakutkan. Setiap anak tangga yang kutapaki terasa berat, membuatku ingin berhenti dan kembali turun. Tapi rasa penasaran mendorongku untuk terus naik. Aku ingin melihat apa yang ada di atas. Ketika akhirnya sampai di puncak, pemandangan yang kudapat sungguh luar biasa. Segala sesuatu yang sebelumnya tampak besar kini terlihat kecil. Angin berhembus lembut, memberikan perasaan tenang setelah perjalanan yang melelahkan. Saat itu aku sadar, inilah esensi dari perjalanan hidup. Mendaki dan Menemukan Makna Sering kali, kita menghadapi jalan yang sulit dan terjal. Ada rasa ingin ...

Remake : Hati yang Baru dengan Cinta yang Lama

  Hati yang Baru dengan Cinta yang Lama Ada saatnya dalam hidup ketika kita dihadapkan pada perasaan yang sulit: cinta yang belum sepenuhnya pergi, tetapi hati yang dipaksa untuk berjalan maju. Seperti lembaran kertas yang baru, namun masih menyimpan jejak tinta dari tulisan lama—begitulah perasaan ini bekerja. Mengapa Kita Sulit Melepaskan? Banyak orang berkata, "Waktu akan menyembuhkan." Tapi kenyataannya, waktu hanya bergerak maju tanpa benar-benar menghapus apa yang pernah ada. Kita yang harus memilih: apakah akan terus terjebak dalam bayangan masa lalu atau melangkah dengan hati yang lebih dewasa? Terkadang, cinta lama bukan tentang orangnya, tetapi tentang kenangan yang melekat. Kita terjebak bukan karena sosok itu, tapi karena momen-momen yang sulit kita lepaskan. Menerima, Bukan Melupakan Orang sering salah kaprah bahwa melupakan adalah satu-satunya jalan untuk sembuh. Padahal, melupakan bukan solusi, karena semakin kita berusaha melupakan, semakin dalam kita terperan...

Kekecewaan akan datang silih berganti

Selamat malam, selamat malam dunia tipu-tipu, semua penuh dengan penipuan. Nak ingatlah, dunia itu bagaikan air laut semakin kamu minum semakin haus. Begitulah dunia nak, kadang kita rasa dengan memiliki sesuatu di dunia ini entah itu harta tahta ataupun pasangan maka hidup kita akan bahagia, namun hendaklah kamu ingat ini. Untuk setiap yang ada di dunia ini tak ada yang namanya benar-benar memberimu kebahagiaan, mungkin kamu akan lelah, akan menyerah dan penuh dengan isak tangis, namun berdirilah nak, setiap kamu jatuh setiap kali kamu kecewa berdirilah dan kembali berjalan, karena dunia ini tak akan menunggumu walaupun sedetik saja.  Nak, kehidupan ini tempat nya cape dan lelah, jika suatu hari nanti kamu merasa sendiri dan ayah tak bisa membantumu, ingatlah bahwa tempat sujud terasa begitu damai, Dia selalu menerima kita dengan apa adanya.  Nak, jika sekarang kamu menggantungkan kebahagiaanmu kepada manusia, siap-siaplah kamu akan kecewa nak, cepat atau lambat kecewa akan d...

Aku Menantikan Mu diSetiap Sujudku

 selamat siang dunia maya, selamat siang dunia, aku kembali dengan segudang cerita. seperti tujuan menulis ku sebelum-sebelumnya, ya menulis bagiku sebuah hobi, sebuah teman yang selalu setia menemani dalam setiap kondisi dan keadaan, hanya dengan menulislah rasanya aku dapat mengatakan apa saja yang ingin ku utarakan, hanya dengan menulis, setidaknya aku tau ada satu tempat yang selalu siap menerima semua ocehan dan keluh kesahku. rasanya untuk berkeluh kesah kepada manusia itu, rasanya percuma. tidak menghasilkan apa-apa dan tidak semua dapat dipercaya... lalu aku mulai menulis di blog, mungkin kalian bertanya, bukannya di blog akan mudah orang lain untuk membaca keluh kesahmu dan semua permasalahan mu akan menjadi konsumsi publik ? jawabannya tentu hal seperti itu ada kemungkinan terjadi, namun sebagian besar rasanya sangat kecil sekali terjadi, ada orang yang selalu melihat blog ini. namun disamping tujuan itu, blog ini bisa menjadi bacaan untuk anak ku kelak, dia akan tau apa ...

21 tahun lebih 6 bulan

Selamat malam, hujan rintik-rintik di suasana malam yang sunyi diakhir pekan menjadi penyemangat   untuk menulis lagi di blog ini. Menulis menjadi sebuah hobi yang luar biasa, karena setidaknya dengan sebuah tulisan kita bisa meninggalkan jejak untuk diri kita di masa depan. Kali ini berhubung dengan tadi saya baca postingan di blog 3 tahun yang lalu, saat itu usia sudah 18 tahun lebih 6 bulan, kerja di sebuah pabrik di Jakarta timur, pada usia itu masih suka menulis di blog, lumayan rajin. Dipostingan tersebut intinya saya menanyakan kabar saya di masa depan, tepatnya pada nanti di usia 25 tahun. Tak ada salahnya bila sekarang di usia saya yang 21 tahun ingin menjawab pertanyaan saya dari masa lalu, sekaligus memberikan pertanyaan untuk saya di masa depan. Teruntuk aku yang berusia 18 tahun, Aku yang berusia 21 tahun lebih 6 bulan sekarang, aku tau kabarmu baik-baik saja disana, aku tau apa yang kamu rasakan dan ingin perjuangkan disana, aku tau semua keluh kesah dan g...