Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 1, 2026

Remake : Bermimpi Seperti Anak Kecil

Tulisan ini saya tulis pada tahun 2013, dan dibuat ulang di tahun 2026. Ada masa ketika hidup terasa begitu sederhana. Saat kita tidak bertanya apakah mimpi itu masuk akal atau tidak. Saat kita tidak sibuk menghitung kegagalan sebelum mencoba. Masa itu bernama: masa kanak-kanak. Waktu kecil, kita bermimpi tanpa takut ditertawakan. Ingin terbang seperti pahlawan super, lalu mengambil kain sarung dan mengikatkannya di leher. Kita berlari, melompat, dan percaya sepenuh hati bahwa kita bisa terbang. Orang-orang dewasa mungkin tersenyum melihatnya. Bagi mereka itu hanya permainan. Tapi bagi seorang anak kecil, itu adalah keyakinan. Dan dari keyakinan itulah, bahagia lahir dengan cara paling sederhana. Lalu waktu berjalan. Tanpa kita sadari, kita tumbuh. Dan di titik itulah, banyak hal berubah. Kita mulai bertanya terlalu banyak sebelum melangkah. Mulai menghitung risiko sebelum mencoba. Mulai takut gagal, bahkan sebelum benar-benar berjuang. Kita menyebutnya dewasa. Padaha...

Remake : Berhenti Menjadi Gelas

Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya lelah, matanya menyimpan banyak cerita yang tak sempat ia ucapkan. Dunia terasa berat belakangan ini—seolah setiap langkah adalah perjuangan. “Kenapa kau terlihat seperti membawa beban terlalu besar?” tanya sang guru pelan. Murid itu tersenyum hambar. “Hidup saya sedang penuh masalah, Guru. Datangnya tak bergantian, tapi bersamaan. Rasanya sulit bernapas.” Sang guru tidak langsung menasihati. Ia hanya meminta muridnya mengambil segelas air dan segenggam garam. “Masukkan garam itu ke dalam gelas, lalu minumlah.” Murid itu menuruti. Baru seteguk, wajahnya langsung mengernyit. Air itu asin, menusuk tenggorokan. “Sekarang ikut aku,” kata sang guru. Mereka berjalan ke sebuah danau yang tenang. Angin berbisik pelan, air berkilau diterpa cahaya. “Sebarkan sisa garam itu ke danau.” Setelah itu, sang guru meminta muridnya meminum air danau tersebut. “Bagaimana rasanya?” “Segar,” jawab murid itu lirih, terkejut den...